Minggu, 31 Januari 2010

Laporan Observasi Tingkatan Ladder Participation Sherry Arnstein Kepada Masyarakat RT. 01, RW.02 Desa Mekarsari, Kecamatan Jatisari Kab. Karawang

Teori Ladder Participation dari Sherry Arnstein adalah suatu tangga atau tingkatan partisipasi masyarakat, didalam kehidupan bernegara. Tangga partisipasi/Ladder Participation ini terdiri dari delapan tangga, yaitu mulai dari tahap Manipulation, Therapy, Informing, Consultation, Placation, Partnership, Delegated Power hingga Citizen Control, yang berarti peran pemerintah sudah 0 persen. Dan peran pemerintah yang semulanya sebagai Goverment atau pengatur, menjadi Governance, yang artinya pemerintah hanya berfungsi sebagai fasilitator.
Metode Observasi saya, yaitu dengan secara langsung mendatangi kepala RT dan menanyakan keadaan seputar masyarakat disana. Dan melihat secara langsung keadaan penduduk disana.
Di Desa Mekarsari, terdiri dari kurang lebih 5671 orang (yang terdaftar), terdiri dari 3 RW dan 8 RT.
Di RT 01/02 yang saya observasi, terdapat sekitar 256 orang, dan 76 Kepala Keluarga, dengan tingkat pendidikan mayoritas lulusan SMP/MTs, dan pekerjaannya mayoritas sebagai buruh tani. Menurut kepala RT setempat, ketika sedang tidak musim panen, para penduduk mencari penghasilan yaitu dengan dengan menjadi kuli panggul dipasar.
Di desa mekarsari umumnya, sampai sekarang program dari pemerintah yang untuk memandirikan masyarakat belum ada yang sampai ke desa itu. Seperti PNPM, KUR dll. Yang ada hanyalah sumbangan beras raskin untuk penduduk, yang dijual 1000 per liter.
Melihat itu semua, saya rasa masyarakat di RT.01/02 itu berada ditahap manipulation, dimana kontrol pemerintah masih harus 100%, karena masyarakat disana belum bisa menjadi orang yang mandiri, pintar.
Pemerintah seharusnya memberikan CD kepada masyarakat disana, dan menurut saya, yang paling tepat yaitu pemerintah memberikan pembelajaran-pebelajaran agar masyarakat disana bisa menjadi orang yang trampil dan kreatif. Dan ketika masyarakat disana sudah menjadi masyarakat yang trampil dan kreatif, tentunya pekerjaan yang layak akan menghampirinya kelak, atau bisa saja nantinya pemerintah melakukan suatu kerjasama dengan masyarakat disana sehingga tingkat partisipasinya mencapai partnership.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jangan pernah menyinggung SARA!!